The readers

21 June, 2012

Mereka bilang, SMA masa paling indah.

Today when I woke up, I opened my eyes...
See what's going on.
The world just getting smaller & smaller.
People are getting bigger & bigger.
I grow up.

We. Growing. Up.

13 Juli, 2010.
Dimana kita semua sepakat mengikat tali persaudaraan kita. Dimana hari kita semua berkumpul di salah satu sekolah. Dimana kita menuntut ilmu untuk tiga tahun kedepannya. Di daerah Jakarta, kita berkumpul di lapangan sebuah sekolah yang cukup mmenuhi standar sebagai Sekolah Menengah Atas. Kita bertemu, berjumpa, namun belum bertatap muka satu sm lain. Kita hanya melihat, dari jarak terdekat hingga yang terjauh sekalipun. Kita masih meraung seperti bayi yang baru keluar dari induknya. Kita masih tidak tau, dimanakah kita, apa yang akan kita rasakan, apa yang akan terjadi selama tiga tahun ke depan, dan siapa yang akan mengerti kita.

Kita semua masih membayangkan masa Sekolah Menengah Pertama yang dimana kita menemukan jati diri kita pada saat itu. Dan sekarang, kita harus menemui orang-orang baru dengan berbeda kasta, ras, jati diri, pola pikir, pergaulan, dan lingkungan yang berebeda. Namun, disinilah. Tanpa kita sadari,

perjalanan kita baru saja dimulai, sobat.



Dan akhirnya, tanggal 3 Mey 2012.
Kita melihat sekeliling kita. Dengan dandanan ala Indonesia. Kita semua masih terlihat bahagia dengan acara kelulusan ini. Mungkin, saat itu kita masih belum peka makna dari kata "perpisahan".

26 Mey 2012.
Disinilah. Kita mengucapkan puji syukur kepada Tuhan. Kita baru menyadari betapa pentingnya acara kelulusan kemarin. Semua rasa takut akan ketidak lulusan pun hilang seketika. Berdebar rasa dijantung pun seakan lenyap & musnah. Kita, resmi menjadi alumni SMAN 101 Jakarta.


Banyak cerita yang telah terukir diantara kita semua. Entah yang disadari maupun yang tidak. Mungkin beberapa ada yang menyakitkan. Namun sebagian besar cerita SMA kita terukir dengan sangat bahagia. Suatu saat, kita akan bertemu kembali. Dengan pola pikir yang sudah seharusnya berubah. Dan kita juga sudah bisa melupakan semua keluh kesah di saat SMA ini.


Dan sekarang, giliran aku menceritakan beberapa hal yang tak akan terlupakan di saat-saat Sekolah Menengah Atas ini.



Pindah ke dunia yang berbeda bukanlah hal yang mudah.
Itu adalah hal yang terbesar & tersulit yang harus dialami seseorang at least once in your life.
Dan disaat ini, mungkin aku sedang mengalaminya.
Mengalami perubahan yang drastis.
Awalnya, aku mengira ini hal yang buruk.
Tapi ternyata....ini semua membuatku tetap tegar, semangat & semakin mengerti arti dari hidup ini.
Mungkin juga, pola pikir yang dulu hanya ingin bermain...
sekarang berubah menjadi ingin bermain, bekerja, dan sukses.
Hal ini mengubah semua menjadi lebih baik.
Manjadikan aku orang yang lebih baik dan mampu melihat ke bawah.


Di sekolah itu, gue mungkin bisa dibilang orang yang baru dengan lingkungan itu. Waktu itu gue inget pas kelas satu. Gue dan beberapa temen sekelas mau beli kue buat temen sekelas kita juga yang ulang tahun. pas gue nanya mereka mau beli kue dimana, mereka jawab, "Di Sidomuncul"

Gue diem. Mikir. Nanya sekali lagi. Kali aja salah denger, Dan lagi-lagi kata "Sidomuncul" keluar dari mulut salah satu temen gue.

Lagi-lagi gue mikir. Mikir banget. Lah. Itu bukannya nama...........................................jamu.

Akhirnya gue diem aja. Gue diboncengin sm temen sekelas gue. Gue bingung mau dibawa kemana. Gue gak tau toko 'Sidomuncul' itu dimana. Dan gue masih bingung kenapa mereka nyebut toko itu 'Sidomuncul'. Apa karena ada papan iklan jamu Sidomuncul gede di depannya sampe mereka nyebut toko kue itu Sidomuncul?

Gatau.

Diem.

Akhirnya, nyampe juga di toko kue 'Sidomuncul'. Gak taunya emang beneran nama tokonya Sidomuncul. Nah. Ini pengalaman yang gak akan pernah gue lupain. Seumur-umur baru sekali ini tau ada nama toko kue sama kayak merek jamu. Kemaren baru aja gue ceritain hal ini ke kakak & bokap. Dan mereka juga gak tau. Mereka malah ketawa.

Okesih mungkin emang lucu bagi kita yang belom pernah denger. Tp seenggaknya, gue dapet satu poin plus disini. Ternyata gak semua toko kue itu mahal. Di sidomuncul itu berbagai macam kue dijual dan murah. Wawasan gue bertambah luas.

Di sekolah itu pula, gue mulai sedikit berani kalo naik motor jauh. Walaupun kadang-kadang gak boleh sama bokap nyokap diboncengin naik motor ke tempat jauh, tp kadang-kadang juga suka dibolehin. Dan rasanya......capek gak ketulung. Pegel. Tapi seenggaknya gue juga punya poin plus disini. Gue lebih 'merakyat'. Gak harus tiap pergi jauh naik taksi atau numpang dimobil temen. Tp selagi ada ojek, ataugak ada angkot, atau apalah. Gue lebih berani.

Dan yang terakhir, disekolah itu gue ngerasain hal yang mungkin emang beda dari sekolah lainnya. Dulu gue ngidamin masuk ke 70 & having a party. Tapi kenyataannya bilang 180 derajat banget. Disekolah itu, gue jadi sosok yang sederhana. Dan mungkin juga itu jati diri gue. Gak neko-neko lah. Mendingan jadi orang yang sederhana daripada sok gaul. Yaaaah seenggaknya gue bisa dibilang 'nyaman' sama sekolah itu.

Tapi yah namanya juga manusia. Kita pasti punya kesalahan. Kadang, kesalahan orang-orang di sana itu adalah terlalu egois & suka pilih-pilih temen. Mungkin karena gue terlalu sederhana, sehingga mereka (mungkin) gak terlalu anggep gue ada. Dan ya gue juga sadar mungkin juga itu karena kesalahan gue yang dulu pernah menganggap kalo gue bisa lepas dari mereka & pindah ke tempat lain. Tapi sekarang gue baru sadar, kalo gue lagi di uji.

Salah satu bukti kalo gue gak terlalu eksis dihadapan mereka? Pas pengumuman kelulusan. Tanggal 26 Mey. Gue dan beberapa anak yang 'kurang' dihadapan mereka, gak diajak buat kumpul di babeh buat coret-coretan. Well, mungkin ada yang nyesek atau gimana. Gue berusaha tegar. Toh gue udah pernah ngalamin hal ini sebelumnya kan? ;)

Terkadang gue merasa mereka terlalu pemilih.
Mereka ingin kompak, tetapi dengan cara yang salah.
Intinya, di sekolah itu, gue bisa milih yang mana yang baik & enggak.
Yang mana yang bener & salah.

Kita semua belajar kok. Belajar dari pengalaman yang ada. Mungkin dulu gue orang yang sombong, angkuh, sok, belagu. Dan mungkin masih seperti itu sampai sekarang. Tapi, liat kalimat di paling atas itu. We're growing up. Seharusnya pola pikir kita juga harus mulai berubah.

Untuk apa mencari musuh, kalau kita sendiri membenci diri kita?
Untuk apa mencari sahabat, kalau kita sendiri terlalu menutup diri?
Untuk apa mencari pacar, kalu kita sendiri tidak mengasihi orang lain?






Sekarang, apa yang dulu gue inginkan terwujud. Gue udah gak sekolah disana lagi. Tapi kenapa....rasanya begitu susah? Rasanya ada yang kurang. Gue belom sempet minta maaf ke orang-orang yang udah ngasih perubahan besar di dalam kehidupan gue. Mungkin sekarang gue emang lagi kesel banget sama beberapa orang dari sekolah itu. Tapi yang jelas, mereka juga yang bisa bikin kepala gue tunduk kebawah. Ngeliat apa yang ada dibawah. Ngasih tau apa yang ada di bawah.

Sekali lagi, bener apa kata orang.

Masa-masa SMA adalah masa yang paling indah.

Tapi bagi gue, gak cuma itu.


Masa-masa SMA adalah masa yang paling indah, menantang, dan membawa banyak perubahan.







No comments:

21 June, 2012

Mereka bilang, SMA masa paling indah.

Today when I woke up, I opened my eyes...
See what's going on.
The world just getting smaller & smaller.
People are getting bigger & bigger.
I grow up.

We. Growing. Up.

13 Juli, 2010.
Dimana kita semua sepakat mengikat tali persaudaraan kita. Dimana hari kita semua berkumpul di salah satu sekolah. Dimana kita menuntut ilmu untuk tiga tahun kedepannya. Di daerah Jakarta, kita berkumpul di lapangan sebuah sekolah yang cukup mmenuhi standar sebagai Sekolah Menengah Atas. Kita bertemu, berjumpa, namun belum bertatap muka satu sm lain. Kita hanya melihat, dari jarak terdekat hingga yang terjauh sekalipun. Kita masih meraung seperti bayi yang baru keluar dari induknya. Kita masih tidak tau, dimanakah kita, apa yang akan kita rasakan, apa yang akan terjadi selama tiga tahun ke depan, dan siapa yang akan mengerti kita.

Kita semua masih membayangkan masa Sekolah Menengah Pertama yang dimana kita menemukan jati diri kita pada saat itu. Dan sekarang, kita harus menemui orang-orang baru dengan berbeda kasta, ras, jati diri, pola pikir, pergaulan, dan lingkungan yang berebeda. Namun, disinilah. Tanpa kita sadari,

perjalanan kita baru saja dimulai, sobat.



Dan akhirnya, tanggal 3 Mey 2012.
Kita melihat sekeliling kita. Dengan dandanan ala Indonesia. Kita semua masih terlihat bahagia dengan acara kelulusan ini. Mungkin, saat itu kita masih belum peka makna dari kata "perpisahan".

26 Mey 2012.
Disinilah. Kita mengucapkan puji syukur kepada Tuhan. Kita baru menyadari betapa pentingnya acara kelulusan kemarin. Semua rasa takut akan ketidak lulusan pun hilang seketika. Berdebar rasa dijantung pun seakan lenyap & musnah. Kita, resmi menjadi alumni SMAN 101 Jakarta.


Banyak cerita yang telah terukir diantara kita semua. Entah yang disadari maupun yang tidak. Mungkin beberapa ada yang menyakitkan. Namun sebagian besar cerita SMA kita terukir dengan sangat bahagia. Suatu saat, kita akan bertemu kembali. Dengan pola pikir yang sudah seharusnya berubah. Dan kita juga sudah bisa melupakan semua keluh kesah di saat SMA ini.


Dan sekarang, giliran aku menceritakan beberapa hal yang tak akan terlupakan di saat-saat Sekolah Menengah Atas ini.



Pindah ke dunia yang berbeda bukanlah hal yang mudah.
Itu adalah hal yang terbesar & tersulit yang harus dialami seseorang at least once in your life.
Dan disaat ini, mungkin aku sedang mengalaminya.
Mengalami perubahan yang drastis.
Awalnya, aku mengira ini hal yang buruk.
Tapi ternyata....ini semua membuatku tetap tegar, semangat & semakin mengerti arti dari hidup ini.
Mungkin juga, pola pikir yang dulu hanya ingin bermain...
sekarang berubah menjadi ingin bermain, bekerja, dan sukses.
Hal ini mengubah semua menjadi lebih baik.
Manjadikan aku orang yang lebih baik dan mampu melihat ke bawah.


Di sekolah itu, gue mungkin bisa dibilang orang yang baru dengan lingkungan itu. Waktu itu gue inget pas kelas satu. Gue dan beberapa temen sekelas mau beli kue buat temen sekelas kita juga yang ulang tahun. pas gue nanya mereka mau beli kue dimana, mereka jawab, "Di Sidomuncul"

Gue diem. Mikir. Nanya sekali lagi. Kali aja salah denger, Dan lagi-lagi kata "Sidomuncul" keluar dari mulut salah satu temen gue.

Lagi-lagi gue mikir. Mikir banget. Lah. Itu bukannya nama...........................................jamu.

Akhirnya gue diem aja. Gue diboncengin sm temen sekelas gue. Gue bingung mau dibawa kemana. Gue gak tau toko 'Sidomuncul' itu dimana. Dan gue masih bingung kenapa mereka nyebut toko itu 'Sidomuncul'. Apa karena ada papan iklan jamu Sidomuncul gede di depannya sampe mereka nyebut toko kue itu Sidomuncul?

Gatau.

Diem.

Akhirnya, nyampe juga di toko kue 'Sidomuncul'. Gak taunya emang beneran nama tokonya Sidomuncul. Nah. Ini pengalaman yang gak akan pernah gue lupain. Seumur-umur baru sekali ini tau ada nama toko kue sama kayak merek jamu. Kemaren baru aja gue ceritain hal ini ke kakak & bokap. Dan mereka juga gak tau. Mereka malah ketawa.

Okesih mungkin emang lucu bagi kita yang belom pernah denger. Tp seenggaknya, gue dapet satu poin plus disini. Ternyata gak semua toko kue itu mahal. Di sidomuncul itu berbagai macam kue dijual dan murah. Wawasan gue bertambah luas.

Di sekolah itu pula, gue mulai sedikit berani kalo naik motor jauh. Walaupun kadang-kadang gak boleh sama bokap nyokap diboncengin naik motor ke tempat jauh, tp kadang-kadang juga suka dibolehin. Dan rasanya......capek gak ketulung. Pegel. Tapi seenggaknya gue juga punya poin plus disini. Gue lebih 'merakyat'. Gak harus tiap pergi jauh naik taksi atau numpang dimobil temen. Tp selagi ada ojek, ataugak ada angkot, atau apalah. Gue lebih berani.

Dan yang terakhir, disekolah itu gue ngerasain hal yang mungkin emang beda dari sekolah lainnya. Dulu gue ngidamin masuk ke 70 & having a party. Tapi kenyataannya bilang 180 derajat banget. Disekolah itu, gue jadi sosok yang sederhana. Dan mungkin juga itu jati diri gue. Gak neko-neko lah. Mendingan jadi orang yang sederhana daripada sok gaul. Yaaaah seenggaknya gue bisa dibilang 'nyaman' sama sekolah itu.

Tapi yah namanya juga manusia. Kita pasti punya kesalahan. Kadang, kesalahan orang-orang di sana itu adalah terlalu egois & suka pilih-pilih temen. Mungkin karena gue terlalu sederhana, sehingga mereka (mungkin) gak terlalu anggep gue ada. Dan ya gue juga sadar mungkin juga itu karena kesalahan gue yang dulu pernah menganggap kalo gue bisa lepas dari mereka & pindah ke tempat lain. Tapi sekarang gue baru sadar, kalo gue lagi di uji.

Salah satu bukti kalo gue gak terlalu eksis dihadapan mereka? Pas pengumuman kelulusan. Tanggal 26 Mey. Gue dan beberapa anak yang 'kurang' dihadapan mereka, gak diajak buat kumpul di babeh buat coret-coretan. Well, mungkin ada yang nyesek atau gimana. Gue berusaha tegar. Toh gue udah pernah ngalamin hal ini sebelumnya kan? ;)

Terkadang gue merasa mereka terlalu pemilih.
Mereka ingin kompak, tetapi dengan cara yang salah.
Intinya, di sekolah itu, gue bisa milih yang mana yang baik & enggak.
Yang mana yang bener & salah.

Kita semua belajar kok. Belajar dari pengalaman yang ada. Mungkin dulu gue orang yang sombong, angkuh, sok, belagu. Dan mungkin masih seperti itu sampai sekarang. Tapi, liat kalimat di paling atas itu. We're growing up. Seharusnya pola pikir kita juga harus mulai berubah.

Untuk apa mencari musuh, kalau kita sendiri membenci diri kita?
Untuk apa mencari sahabat, kalau kita sendiri terlalu menutup diri?
Untuk apa mencari pacar, kalu kita sendiri tidak mengasihi orang lain?






Sekarang, apa yang dulu gue inginkan terwujud. Gue udah gak sekolah disana lagi. Tapi kenapa....rasanya begitu susah? Rasanya ada yang kurang. Gue belom sempet minta maaf ke orang-orang yang udah ngasih perubahan besar di dalam kehidupan gue. Mungkin sekarang gue emang lagi kesel banget sama beberapa orang dari sekolah itu. Tapi yang jelas, mereka juga yang bisa bikin kepala gue tunduk kebawah. Ngeliat apa yang ada dibawah. Ngasih tau apa yang ada di bawah.

Sekali lagi, bener apa kata orang.

Masa-masa SMA adalah masa yang paling indah.

Tapi bagi gue, gak cuma itu.


Masa-masa SMA adalah masa yang paling indah, menantang, dan membawa banyak perubahan.







No comments: